Download Kajian Kitab Laamiyah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Download Kajian Kitab Al-Fawa'idul Bahiyyah Fii Syarhi Laamiyah Syakhil Islam Ibni Taimiyah Rahimahullah (Ta'lif Syaikh Muhammad Bin Hizam Hafizhahullah).

Dimanakah Roh Para Nabi.?

Soal : Apakah para roh dan jasad pada nabi berada di atas langit ataukah hanya roh mereka saja yang di atas langit.?

Qurban, Keutamaan dan Hukumnya

Allah Berfirman : “Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan sembelihlah hewan qurban.” (Al-Kautsar: 2)

Serba Serbi Air Alam

Allah berfirman : Dia telah menurunkan air kepada kalian supaya Dia (Allah) menyucikan kalian dengannya. (QS. Al-Anfal: 11)

Sahabatku Kan Kusebut Dirimu Dalam Do'aku

Rasulullah bersabda : Tidak sempurna keimanan salah seorang diantara kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa-apa yang ia cintai bagi dirinya sendiri (dari segala hal yang baik). (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Monday, February 20, 2012

UPDATE : Download Kajian (ceramah) Ust. Musaddad

Download Kajian (ceramah)
Ust. Abu Abdirrohman Musaddad
di bawah ini :

Berlindung Kpd Alloh Dari Kejelekan Diri
Download disini

Sunday, February 19, 2012

Download Kajian Mamuju Selama 2 Hari bersama Ust. Khidir M. Sunusi

Download Kajian Mamuju Selama 2 Hari
bersama :
Al-Ustadz Abu 'Abdillah Khidir Bin Muhammad Sunusi
(Alumnus Daarul Hadits, Yaman - Pimpinan Pondok Tahfidzul Qur'an, Parappa, Takalar Sul-Sel).
Dengan Tema :
"MENITI JALAN KESELAMATAN DENGAN KEMURNIAN AQIDAH"
Download Sesi. 1
Download Kajian Ba'da Maghrib

"KESABARAN DI ATAS KEBENARAN DIANTARA SEBAB DATANGNYA 
PERTOLONGAN ALLAH"

Friday, February 17, 2012

Pembagian dan Hukum Istighatsah

Istighatsah artinya memohon keselamatan dari kesulitan dan kebinasaan. Istighatsah ada 4 macam :

1.    Istighatsah kepada Allah Azza wa Jalla.
Amalan ini termasuk di antara amalan yang paling utama dan paling sempurna, serta merupakan sunnah para rasul dan pengikut mereka. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلآئِكَةِ مُرْدِفِينَ
“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS. Al-Anfal: 9)

2.    Istighatsah kepada orang-orang yang telah mati atau kepada orang yang masih hidup tetapi tidak hadir dan tidak sanggup untuk memenuhi permohonannya.

Pembagian dan Hukum Isti'anah

Isti’anah ada 5 macam:

1.    Isti’anah kepada Allah Ta’ala yaitu isti’anah yang mengandung kesempurnaan sikap merendahkan diri dari seorang hamba kepada Rabbnya, dan menyerahkan seluruh perkara kepada-Nya, serta meyakini bahwa hanya Allah yang bisa memberi kecukupan kepadanya.
Isti’anah seperti ini tidak boleh diserahkan kecuali kepada Allah Ta’ala. Dan dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: 4)
Karenanya, memalingkan isti’anah jenis ini kepada selain Allah Ta’ala merupakan perbuatan kesyirikan yang mengeluarkan pelakunya dari agama.

Pembagian dan Hukum Isti'adzah

Isti’adzah (permintaan perlindungan) ada 4 macam :

1.    Isti’adzah kepada Allah Ta’ala.
Yaitu isti’adzah yang mengandung kesempurnaan rasa butuh kepada Allah, bersandar kepada-Nya, serta meyakini penjagaan dan kesempurnaan pemeliharaan Allah Ta’ala dari segala sesuatu, baik di zaman sekarang maupun di zaman yang akan datang, baik pada perkara yang kecil maupun yang besar, baik yang berasal dari manusia maupun selainnya.
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala dalam surah Al-Falaq dan surah An-Naas, dari awal sampai akhir.

2.    Isti’adzah dengan salah satu dari sifat-sifat Allah Ta’ala, seperti sifat kalam-Nya, keagungan-Nya, keagungan-Nya, kemuliaan-Nya, dan semacamnya.

Fenomena Ketindihan dan Solusinya

Tanya:
assalamu’alaykum
afwan ana mau tanya, apakah tindihan itu disebabkan oleh gangguan jin? jika ada orang yang sering tindihan itu apa sebabnya?
jazakumulloh khoir
ummu anas
mmuftiatul@yahoo.com

Jawab:
Ketindihan saat tidur disebabkan oleh banyak hal. Ada banyak hal yang berkaitan dengan kejiwaan dan kesehatan. Juga ada hal yang berkaitan dengan perbuatan Jin.
Cara terbaik untuk mengobati hal tersebut adalah melaksanakan etika-etika sebelum tidur yang dianjurkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, seperti berwudhu sebelum tidur dan membaca doa-doa tidur.

Thursday, February 16, 2012

Derajat Hadits Sholat Tasbih

Ustadz Luqman Jamal

PERTANYAAN
Sering terdengar, bahkan pernah terlihat, bahwa ada kaum muslimin yang melakukan shalat tasbih pada malam-malam tertentu, khususnya malam Jum’at. Apakah hal ini ada dasarnya dari Al-Qur`ân dan sunnah?

JAWABAN
Ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang shalat tasbih:
Hadits Pertama
Hadits Ibnu ‘Abbâs,
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهْ أَلاَ أُعْطِيْكَ أَلاَ أُمْنِحُكَ أَلاَ أُحِبُّوْكَ أَلاَ أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيْمَهُ وَحَدِيْثَهُ خَطْأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيْرَهُ وَكَبِيْرَهُ سِرَّهُ وَعَلاَنِيَّتَهُ عَشَرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكْعَاتٍ تَقْرَأُ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وِسُوْرَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقُرْاءَةِ فِيْ أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشَرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشَرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوْعِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ثُمَّ تّهْوِيْ سَاجِدًا فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُوْدِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُوْنَ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِيْ أَرْبَعِ رَكْعَاتٍ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِيْ كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لََمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُ فَفِيْ كُلِّ سَنَةِ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ عُمْرِكَ

Hukum Qunut Subuh

Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi 

PERTANYAAN
Salah satu masalah kontroversial di tengah masyarakat adalah qunut Shubuh. Sebagian menganggapnya sebagai amalan sunnah, sebagian lain menganggapnya pekerjaan bid’ah. Bagaimanakah hukum qunut Shubuh sebenarnya.?


JAWABAN
Dalam masalah ibadah, menetapkan suatu amalan bahwa itu adalah disyariatkan (wajib maupun sunnah) terbatas pada adanya dalil dari Al-Qur`an maupun As-sunnah yang shahih menjelaskannya. Kalau tidak ada dalil yang benar, hal itu tergolong membuat perkara baru dalam agama (bid’ah), yang terlarang dalam syariat Islam sebagaimana dalam hadits Aisyah riwayat Bukhary-Muslim,
مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَد ٌّ. وَ فِيْ رِوَايَةِ مُسْلِمٍ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمُرُنَا فَهُوَ رَدَّ
“Siapa yang yang mengadakan hal baru dalam perkara kami ini (dalam Agama-pent.) apa yang sebenarnya bukan dari perkara maka hal itu tertolak.” Dan dalam riwayat Muslim, “Siapa yang berbuat satu amalan yang tidak di atas perkara kami maka ia (amalan) tertolak.”

Wednesday, February 15, 2012

Kajian Ahlussunnah Jogjakarta: Ust Dzulqarnain M.Sunusi: Kitab MANZHUMAH AL-HAIYYAH karya: Abu Bakr Ibnu Abi Dawud: Sabtu-Ahad, 2-3 Rabiuts Tsani 1433 H25-26 Februari 2012

Hadirilah Daurah/Kajian Ahlussunnah 2 hari di Jogjakarta 
bersama :
Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi
 (Murid Asy-Syaikh Muqbil Al-Wadi’i; Mujaddid Negeri Yaman dan 
Redaktur Ahli Jurnal Asy Syifa: asysyifa.com),  
yang  InsyaAllah acara akan diadakan pada : 
Tgl 2 & 3  Rabiuts Tsani 1433 H / 25-26 Februari 2012.

Kajian Islam Surabaya: FENOMENA AL-WALA WAL BARA’ DI MASA KINI: Ust Muhammad Afifuddin As-Sidawi: Ahad, 26 Robi’ul Awwal 1433 | 19 Pebruari 2012

InsyaAllah, akan dilaksanakan acara kajian ISLAM, 
dengan tema:
FENOMENA AL WALA WAL BARO’ DI MASA KINI
Pemateri :
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawi 
(Pengasuh Ma’had Al Bayyinah Kec.Sidayu Kab.Gresik)

Hukum Ta'ziyah untuk Keluarga Mayit

Oleh Ustadz Mustamin Musaruddin

PERTANYAAN
Sudah sekian lama berkembang, di berbagai tempat, suatu acara yang dinamakan dengan ta’ziyah, yang bentuknya adalah tuan rumah (yang merupakan keluarga orang yang meninggal) mengundang kerabat, tetangga dan handai taulan untuk menghadiri acara, yang pada acara tersebut diadakan ceramah (yang disebut dengan ceramah ta’ziyah) dan disediakan suguhan (makanan dan minuman). Acara ini diadakan pada hari-hari tertentu setelah kematian seseorang, yakni pada hari ke-3, ke-7 dan selainnya. Kebiasaan ini sudah lama menjadi pertanyaan di dalam hati, apakah amalan tersebut memiliki dasar di dalam agama ini atau tidak. Kalau memang acara ta’ziyah tersebut disyariatkan, bagaimana sebenarnya aturan-aturannya, mana yang boleh dan sesuai dengan sunnah dan mana yang bertentangan dengannya? Mohon dijelaskan dengan gamblang, terima kasih!

 

by blogonol